Tafsir Hidaytul Insan Tafsir An Naba (78) ayat 6-16

Tafsir Hidaytul Insan - Ustadz Abu Yahya Marwan Hadidi bin Musa hafidzahullahu ta'ala
Surat An Naba (78) Ayat 6-16 

Kekuasaan Allah menciptakan alam dan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya adalah bukti kekuasaan-Nya membangkitkan manusia

Menurut penyusun tafsir Al Jalaalain, bahwa pada ayat ini (ayat 6 ) dan setelahnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengisyaratkan mampunya Dia membangkitkan manusia yang telah mati.

Menurut Syaikh As Sa’diy, bahwa pada ayat ini (ayat 6 ) dan setelahnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan nikmat-nikmat-Nya dan dalil-dalil yang menunjukkan benarnya apa yang diberitakan para rasul. 

Menurut Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Tafsir Juz Amma, bahwa dalam ayat ini (ayat 6 ) Allah Ta’ala menyebutkan nikmat-nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya agar mereka mengakuinya kemudian mensyukurinya.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Manusia tidak diperintahkan meninggalkan dunia karena mereka tidak sanggup meninggalkannya, akan tetapi mereka diperintahkan meninggalkan dosa. Meninggalkan dunia adalah keutamaan, meninggalkan dosa adalah kewajiban. 
Jika sulit bagi mereka meninggalkan dosa-dosa, maka Tuhan mereka membuat mereka cinta kepada-Nya dengan mengingatkan nikmat-nikmat-Nya, kebaikan-Nya, dan kesempurnaan sifat-Nya. Apabila hati mereka telah bergantung kepada Allah, maka akan ringan baginya meninggalkan dosa-dosa."
(Al Fawaid, karya Ibnul Qayyim)

أَلَمْ نَجْعَلِ ٱلْأَرْضَ مِهَـٰدًا
6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,
Yakni bukankah Kami anugerahkan kepada kamu nikmat yang banyak; Kami jadikan untuk kamu bumi sebagai hamparan sehingga siap ditempati, digarap, dan dibuat jalan.

وَٱلْجِبَالَ أَوْتَادًا
7. dan gunung-gunung sebagai pasak?
Agar bumi tidak goyang dengannya sebagaimana kemah tidak goyang dengan sebab pasak. Kalimat pertanyaan pada ayat tersebut adalah untuk mengokohkan. Ayat ini merupakan bukti kemukjizatan Al Qur’an, bahwa gunung dijadikan Allah sebagai pasak, karena berdasarkan ilmu geologi, bahwa gunung memiliki semacam akar kebawah kebagian dalam bumi, di samping mirip bentuknya secara keseluruhan dengan pasak. Kebenaran pernyataan Al Qur’an ini baru diketahui setelah tahun 1865 M.

وَخَلَقْنَـٰكُمْ أَزْوَٰجًا
8. Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan, 
Laki-laki dan perempuan agar yang satu merasa tenteram dengan yang lain, tumbuh rasa cinta dan kasih sayang, dan dari keduanya lahir keturunan.

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
9. dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,
Bagi badanmu yang jika tidak diistirahatkan tentu akan memadharratkan badanmu. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menjadikan malam dan tidur meliputi manusia untuk menghentikan gerakan mereka dan agar tercapai istirahat yang bermanfaat.

وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِبَاسًا
10. dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,
Malam itu disebut sebagai pakaian karena kegelapannya menutupi jagat raya sebagaimana pakaian menutupi tubuh manusia.

وَجَعَلْنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشًا
11. dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,
Sehingga kamu dapat mencari rezeki baik dengan bekerja, berdagang, dan sebagainya.

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا
12. dan Kami membangun di atas kamu tujuh (lapis langit) yang kokoh,
Oleh karena itu, langit tetap tidak rapuh meskipun telah berlalu masa yang panjang. Allah Subhaanahu wa Ta'aala menahannya dengan kekuasaan-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi.

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا
13. dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),
Untuk maslahat penduduk bumi. Yang dengannya pakaian yang basah menjadi kering, buah menjadi masak, manusia merasakan kehangatan, suasana menjadi terang, dan manfaat lainnya yang begitu banyak.

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

14. dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan lebatnya,
Awan disebut mu’shirat karena air yang keluar daripadanya seakan-akan seperti air yang keluar dari baju yang diperas. air hujan yang tercurah dengan lebatnyaYakni berturut-turut dan banyak.

لِّنُخْرِجَ بِهِۦ حَبًّا وَنَبَاتًا
15. untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,
biji-bijian, Yang dimakan manusia. tanam-tanaman, Untuk dimakan hewan ternak mereka.

وَجَنَّـٰتٍ أَلْفَافًا
16. dan kebun-kebun yang rindang.
Yang di sana terdapat berbagai macam buah-buahan yang enak rasanya. Nah, mengapa kamu sampai mengingkari dan mendustakan berita yang disampaikan oleh Allah seperti kebangkitan dan pembalasan terhadap amal, padahal Dia berkuasa menjadikan bumi sebagai hamparan, gunung sebagai pasak, dan menciptakan kamu berpasang-pasangan, Dia juga telah mengaruniakan bermacam-macam nikmat kepadamu sampai kamu tidak sanggup menjumlahkan nikmat-nikmat itu. Demikian pula mengapa kamu gunakan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya?

Dari ayat 1-16 kita dapat menarik banyak pelajaran, di antaranya: 
(1) bukti kekuasaan Allah atas segala sesuatu, ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, hikmah-Nya, dan
rahmat-Nya, 
(2) menetapkan adanya kebangkitan dan pembalasan, 
(3) menetapkan kenabian dan kerasulan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, serta menetapkan
kebenaran Tauhid, 
(4) kebenaran itu semua (Tauhid, kenabian, kebangkitan dan pembalasan) akan tampak ketika ruh dicabut, akan tetapi keimanan ketika itu tidak berguna.

Wallahu 'alam
Sumber EBook Tafsir Al Qur'an Minnatur Rahman (Pelengkap Tafsir Hidayatul Insan)