Tafsir Hidaytul Insan Tafsir An Naba (78) ayat 17-20

Tafsir Hidaytul Insan - Ustadz Abu Yahya Marwan Hadidi bin Musa hafidzahullahu ta'ala
Surat An Naba (78) Ayat 7-20

Kedahsyatan hari berbangkit dimana ia merupakan hari pemberian keputusan di antara hamba-hamba-Nya


Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan hal yang akan terjadi pada hari Kiamat, hari yang mereka saling bertanya-tanya tentangnya dan diingkari oleh orang-orang yang yang keras kepala. Hari yang besar yang Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah menetapkan waktunya.

إِنَّ يَوْمَ ٱلْفَصْلِ كَانَ مِيقَـٰتًا
17. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,

hari keputusan, Hari Kiamat disebut yaumul fashl karena pada hari itu Allah memutuskan pertengkaran dan perselisihan yang terjadi di antara manusia, lalu Dia memisahkan antara mereka yang berada di atas kebenaran dengan mereka yang berada di atas kebatilan, antara mereka yang beriman dan mereka yang kafir, dan antara mereka yang menjadi penghuni surga dengan mereka yang menjadi penghuni neraka.

suatu waktu yang telah ditetapkan, Dan tidak ada yang mengetahui kapan tibanya selain Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Imam Al Qurthubi rahimahullah berkata, “Waktu dikumpulkan manusia yang terdahulu dan yang datang kemudian telah ditetapkan Allah karena Dia telah menjanjikan untuk memberikan balasan terhadap amal manusia. Disebut ‘Yaumul Fashl’ (hari keputusan) karena pada hari itu Dia memberikan keputusan terhadap makhluk.”

يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا
18. (yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,

sangkakala ditiup, Oleh malaikat Israafil.

lalu kamu datang, Dari kuburmu.Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «بين النفختين أربعون» قالوا: يا أبا هريرة أربعون يومًا؟ قال: أَبَيْتُ. قالوا: أربعون سنة؟ قال: أَبَيْتُ. قالوا: أربعون شهرا؟ قال: أَبَيْتُ. «ويَبْلَى كل شيء من الإنسان إلا عَجْبُ الذَّنَب، فيه يُرَكَّبُ الخلق، ثم يُنْزِلُ الله من السماء ماء فَيَنْبُتُونَ كما يَنْبُتُ الْبَقْلُ»

Antara dua tiupan sangkakala jaraknya empat puluh,” lalu ada yang bertanya,“Apakah empat puluh hari?” Beliau menjawab, “Aku tidak bisa memastikan.” Lalu Beliau ditanya, “Apakah empat puluh bulan?” Beliau menjawab, “Aku tidak bisa memastikan.” Lalu Beliau ditanya lagi, “Apakah empat puluh tahun?” Beliau menjawab, “Aku tidak bisa memastikan.” Kemudian Beliau bersabda, “Selanjutnya Allah menurunkan dari langit air, maka mereka (manusia yang telah mati) tumbuh sebagaimana tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada anggota badan manusia kecuali telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya. Dari sinilah disusun kembali makhluk pada hari Kiamat.

berbondong-bondong, Pada hari itu terjadi kecemasan yang luar biasa yang menjadikan anak-anak beruban, hati ketakutan, gunung-gunung dijalankan lalu dijadikan seperti debu yang dihambur-hamburkan, langit terbelah menjadi pintu-pintu dan Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberikan keputusan dengan hukum-Nya yang adil, api neraka yang Allah sediakan untuk orang-orang yang melampaui batas menyala, dan Dia jadikan neraka itu sebagai tempat tinggal mereka dalam waktu yang lama.

وَفُتِحَتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتْ أَبْوَٰبًا
19. dan langit pun dibukalah, (Untuk turunnya malaikat.)  maka terdapatlah beberapa pintu,


وَسُيِّرَتِ ٱلْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا
20. dan gunung-gunungpun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.

dan gunung-gunungpun dijalankan, Ayat ini sama seperti firman Allah Ta’ala di surat An Naml ayat 88 dan Al Qaari’ah ayat 5.*

sehingga menjadi fatamorgana. dibayangkan kepada orang yang melihatnya, bahwa ada sesuatu di hadapannya padahal tidak ada. Selanjutnya semuanya hilang; tidak ada wujud dan bekasnya. Hal
ini sebagaimana firman Allah Ta’ala di surat Thaahaa ayat 105-107.*

Wallahu 'alam
Sumber EBook Tafsir Al Qur'an Minnatur Rahman (Pelengkap Tafsir Hidayatul Insan) 

-----------------------------------------------
*
وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ
Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan. An-Naml:88

وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ
dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Al-Qari'ah:5

*
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّى نَسْفًا
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya,
Taha:105

فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا
kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali,
Taha:106

لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَآ أَمْتًا
(sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana."
Taha:107