Surat An Naba (78) ayat 1-5
Informasi tentang hari Kiamat dan keadaan kaum musyrik antara mengingkari dan meragukannya
An Naba (Berita Besar) surat ke 78, 40 ayat, Makiyyah
Di antara kandungan surah ini adalah menetapkan adanya kebangkitan dan pembalasan terhadap amal dengan diperkuat dalil dan buktinya, demikian juga menerangkan keadaan manusia pada hari itu
An Naba (78) ayat 1-5 :
Informasi tentang hari Kiamat dan keadaan kaum musyrik antara mengingkari dan meragukannya.
عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ
1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
Mereka, Yakni orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah seperti sebagian orang Quraisy.
Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan tentang sesuatu yang mereka pertanyakan itu.
عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلْعَظِيمِ
2. Tentang berita yang besar (hari berbangkit),
berita yang besar, Yakni tentang apa yang dibawa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berupa Al Qur’an yang menyebutkan tentang kebangkitan, pembalasan dan lain-lain yang merupakan kebenaran tanpa keraguan lagi. Akan tetapi, orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Tuhan mereka tetap saja tidak beriman, meskipun didatangkan setiap ayat sampai mereka melihat azab yang pedih
ٱلَّذِى هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ
3. yang dalam hal itu mereka berselisih.
Orang-orang mukmin membenarkannya, sedangkan orang-orang kafir mengingkarinya,
Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman mengancam orang-orang yang mengingkari hari berbangkit.
كَلَّا سَيَعْلَمُونَ
4. Tidak! Kelak mereka akan mengetahui,
Tidak! Ini adalah sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Mekah yang mengingkari hari berbangkit dan hari kiamat. Kelak mereka akan mengetahui, Sesuatu yang akan menimpa mereka akibat keingkaran mereka
ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ
5. sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
Diulangi lagi adalah untuk menguatkan, dan pengulangan dengan menggunakan kata “Tsumma” (artinya: kemudian) adalah untuk memberitahukan, bahwa ancaman kedua lebih dahsyat daripada sebelumnya.
Wallahu 'alam
Sumber EBook Tafsir Al Qur'an Minnatur Rahman (Pelengkap Tafsir Hidayatul Insan)