Syaikh Abdurrazzaq al-Badr حافظه الله
Apakah Anda ingin menjadi bagian dari keluarga Allah dan menjadi orang pilihan-Nya? Satu jalan yang Allah bukakan untuk kita adalah dengan menjadi Ahlul Qur’an. Namun, perlu Anda ketahui, menjadi Ahlul Qur’an sejati bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an dengan suara merdu atau menghafalkannya dengan baik. Lebih dari itu, kunci utamanya adalah mengamalkan Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan kita.
Banyak orang keliru memahami bahwa membaca saja sudah cukup, padahal Allah dan Rasul-Nya menginginkan kita menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Sebagaimana nasihat Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, Al-Qur’an diturunkan bukan sekadar untuk dibaca, melainkan untuk diamalkan. Ini diperkuat dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis sahih, bahwa Allah memiliki keluarga di muka bumi, yaitu Ahlul Qur’an, orang-orang yang bukan hanya membacanya, tetapi juga menghidupkan ajarannya.
Betapa mulianya kedudukan Ahlul Qur’an di sisi Allah! Maka, jangan berhenti hanya pada lisan, pastikan setiap ayat yang Anda baca berbuah pada tindakan nyata. Sebuah hadis lain menegaskan bahwa di hari kiamat, Al-Qur’an akan datang bersama orang-orang yang mengamalkannya.
Ini memberikan pesan kuat bahwa hafalan dan bacaan saja belum cukup untuk mengangkat derajat seseorang, kecuali ia benar-benar menjalani ajaran Al-Qur’an dalam keseharian. Ahlul Qur’an sejati adalah mereka yang sabar menjalani perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan mereka di dunia yang penuh ujian ini.
Allah Ta‘ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 121: “Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenar-benarnya.”
Menurut ulama salaf, yang dimaksud dengan "membaca sebenar-benarnya" adalah mengamalkan isi Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan. Membaca Al-Qur’an sejati bukan hanya gerakan lisan, melainkan penerjemahan ayat-ayat Allah dalam bentuk amal nyata: dalam shalat, dalam sedekah, dalam sabar, dan dalam setiap perilaku kita sehari-hari.
Makna tilawah (تِلَاوَة) dalam bahasa Arab lebih luas dari sekadar membaca; ia berarti mengikuti dengan sungguh-sungguh. Sebagaimana dalam QS. Asy-Syams ayat 2, tilawah digambarkan sebagai "mengikuti" dalam makna yang hakiki.
Maka, seorang yang mengaku pembaca Al-Qur’an sejati adalah dia yang mengikuti perintah Al-Qur’an dengan setia. Ia tidak hanya membaca ayat tentang shalat, tapi ia juga menegakkan shalat. Ia tidak hanya membaca tentang sabar, tapi ia juga hidup dalam kesabaran.Jangan biarkan diri Anda menjadi orang yang hanya memuliakan Al-Qur’an dengan lisan, tapi hampa dalam amal!
Jadikan Ahlul Qur’an sebagai identitas Anda dengan berjuang mengamalkan setiap perintah-Nya. Hiasi kehidupan Anda dengan akhlak mulia yang lahir dari ajaran Al-Qur’an.
Ingat, di dunia ini Allah memilih keluarga-Nya, dan Anda bisa menjadi bagian darinya. Mulailah dari hari ini, dari ayat pertama yang Anda baca, hingga langkah nyata yang Anda ambil!