السَّمِيعُ
1. Yang Maha Mendengar
Nama ini disebutkan berulang-ulang dalam Al Quran kurang lebih pada 50 tempat, diantaranya firman Allah :
1. QS. Al Mujadillah : 1
قَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّتِى تُجَٰدِلُكَ فِى زَوْجِهَا وَتَشْتَكِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَآۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ
Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
2. QS. Asy Syuura : 11
لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.
3. QS. Al Baqoroh : 127
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
As Samii’ (السَّمِيعُ) adalah Dzat yang mendengar semua suara dengan berbagai bahasa dan permintaan, tidak ada bedanya suara yang lirih atau yang keras. Allah ta’ala berfirman :
سَوَآءٌ مِّنكُم مَّنْ أَسَرَّ ٱلْقَوْلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۭ بِٱلَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِٱلنَّهَارِ
Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari. QS. Ar Raad : 10
Pendengaran-Nya meliputi semua suara, tidak bercampur baur bagi-Nya suara dan tidak tersamarkan sama sekali. Suatu suara tidak menyibukkan-Nya dari suara yang lain dan tidak pula terabaikan segala bentuk permintaan dan juga tidak melelahkan-Nya banyaknya orang yang memohon.
Imam Ahmad dan selainnya meriwayatkan dari Aisyah -radhiyallahu Anha- bahwasanya beliau berkata, "Segala puji bagi Allah yang pendengaran-Nya meliputi segala suara. Seorang wanita yang mengeluhkan (masalahnya) datang kepada Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, dan dia berbicara kepada beliau, sedangkan aku berada di salah satu sudut rumah dan aku tidak bisa mendengarkan suaranya.
Kemudian Allah menurunkan ayat,
قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرُ
"Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Mujadilah: 1) di dalam riwayat lain dikatakan, "Mahatinggi Allah yang pendengaran-Nya meliputi segala sesuatu.
Bahkan seandainya semua jin dan manusia, dari yang pertama hingga terakhir, mereka berada di atas satu bukit kemudian mereka memohon kepada Allah pada waktu yang bersamaan, dan setiap orang meminta kebutuhannya masing-masing, semua berbicara dengan logat masing-masing, sungguh Allah akan mendengar semua ucapan mereka, tanpa ada tumpang tindih dalam hal suara, bahasa, dan kebutuhan.
Oleh sebab itu ketika para sahabat bersafar dengan Nabi -sholallahu alaihi wasalam- dan melewati tempat yang tinggi maka mereka -radhiallahu anhum- bertakbir dengan suara keras maka Nabi –sholallahu alaihi wasalam- bersabda “Kasihinalah dirikalian, kalian tidak menyeru dzat yang tuli maupun yang ghaib (jauh), tetapi kalain menyeru dzat yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Dekat.
Allah ta’ala telah mengingkari orang yang menyangka bahwa Allah ta’ala tidak bisa mendengar suara lirih ataupun keras. Allah berfirman :
أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُمۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ
Ataukah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka. QS. Az Zukhruf : 80
Oleh sebab itu maka kerusakan aqidah yang berkaitan dengan sifat dan nama Allah ta’ala mengakibatkan kerusakan dalam amal dan agama serta menjerumuskan dalam kebinasaan, kehancuran dan kerugian.
Kemudian
pendengaran yang disandarkan kepada Allah terbagi menjadi dua:
1)
Pendengaran yang berkaitan dengan apa yang didengar, maka maknanya adalah
meliputi suara.
2) Pendengaran yang bermakna mengabulkan, maksudnya Allah mengabulkan orang yang berdoa kepada-Nya
Mendengar dalam arti meliputi suara terbagi menjadi tiga:
1) Mendengar untuk mengancam,
2) Mendengar untuk menolong,
3) Mendengar untuk menjelaskan
bahwa Dia meliputi segala-galanya lihat
QS. Al-Mujadilah: 1
Allah telah membatalkan dalam
Al-Qur'an, kesyirikan orang musyrik karena mereka meminta-minta kepada para
berhala yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat serta tidak dapat mendatangkan
manfaat sama sekali. Allah menjelaskan bahwa yang berhak dibadahi adalah Allah
Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat yang sempurna pendengaran dan
pengetahuan-Nya. (Makna ini tercantum dalam banyak tempat di Al-Qur'an
Al-Karim).
Keimanan seorang hamba bahwa
Rabbnya Maha Mendengar akan mewariskan pada dirinya untuk menjaga lisanya dan
untuk dia tekun berdzikir kepada Allah, bersyukur, dan banyak bermunajat,
meminta, serta bertawassul kepada-Nya dengan nama Allah tersebut, agar Allah
dapat memenuhi harapan dan permintaan.
Sebagiaman Allah memerintahkan
untuk meminta perlindungan dari godaan setan, seraya mengingatkan
hamba-hamba-Nya bahwa Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat.
Allah Ta'ala berfirman,
وَإِمَّا
يَتَزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ
السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Dan jika setan mengganggumu
dengan suatu gangguan, maka mohonlah perimdungan kepada Allah. Sesungguhnya
Dialah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui." (Fushshilat: 36).
البَصِيرُ
2. Yang Maha Melihat
Nama ini sering diulang dalam Al Quran lebih dari 40 kali di beberapa tempat, diantaranya dalam surat Asy Syuura : 11 dan 27, An Nisa : 58, Al Baqarah : 265, Ali Imran : 15, Al Mulk : 19, dan Al Isra : 17
Al-Bashiir adalah Dzat yang melihat segala sesuatu meski sekecil apa pun. Dia dapat melihat seekor semut hitam yang melata di atas batu yang hitam kelam pada malam yang gelap gulita. Dia dapat melihat perjalanan makanan dalam tubuh manusia dan peredaran darah dalam urat badan. Dia bisa melihat apa yang ada di bawah lapisan bumi yang tujuh sebagaimana Dia bisa melihat apa yang ada di langit ketujuh. Selain itu, Dia sanggup melihat gerakan alis mata dan mata-mata yang khianat.
Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah berkata, "Al-Bashiir adalah yang sempurna penglihatan-Nya, Dia melihat perincian penciptaan seekor semut yang kecil dan anggota tubuhnya, daging, darah, otak, dan urat-uratnya. Dia melihat semut yang melata di atas batu yang hitam kelam pada malam yang gelap gulita. "
Di antara hal yang wajib untuk diimani bahwa Allah Ta'ala melihat dengan kedua mata-Nya yang layak bagi kemuliaan dan kebesaran-Nya. Lihat firman Allah Allah Ta'ala di dalam QS. Ath-Thuur: 48, Al-Qamar 13-14, dan Thaha: 39
Hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menunjukkan bahwa Allah memiliki dua mata, yaitu ketika Rasul menyifati Dajjal, Nabi bersabda,
إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
"Sesungguhnya Dajjal memiliki cacat pada salah satu matanya, dan sesung-guhnya Rabb kalian tidaklah cacat mata-Nya." (Muttafaq Alaihi). Disucikannya Allah dari kecacatan merupakan dalil akan ditetapkannya kedua mata bagi-Nya sesuai dengan kebesaran-Nya.
Imam Ibnu Khuzaimah Rahimahullah berkata, "Kita mengatakan Rabb kita memiliki kedua mata yang dengannya Dia melihat apa yang ada di bawah tanah dan lapisan bumi yang ketujuh dan apa yang ada di langit serta yang ada di antara keduanya dari yang kecil hingga yang besar. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sesuatu apa pun. Dia melihat apa yang ada di bawah lautan dan ombaknya, sebagaimana Dia melihat Arsy yang Dia bersemayam di atasnya. "
Kemudian nama yang mulia ini memiliki konsekuensinya terhadap hamba yaitu ketundukan, kerendahan diri, selalu merasa diawasi oleh-Nya, dan beribadah dengan sebaik-baiknya serta jauh dari dosa dan maksiat.
Dari ayat ayat yang menyebutkan nama Allah al-Bashiir maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pendengaran-Nya meliputi semua suara yang ada pada malam dan siang hari dan mengharuskan penglihatan-Nya meliputi semua gerakan pada waktu yang berbeda dan dalam berbagai keadaan.
2. Dia melihat berbagai keadaan para hamba-Nya. Dia mengetahui siapa saja yang berhak mendapatkan hidayah dan yang tidak berhak. Dia melihat siapa saja yang akan baik keadaannya jika mendapatkan kekayaan dan harta dan siapa saja yang rusak keadaannya, maksudnya Allah melihat orang yang shalih dan thaleh (bejat), yang mukmin dan yang kafir, dan akan membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka pada hari kiamat dan atas apa yang mereka lakukan dari penyimpangan terhadap ayat-ayat Allah.
3. Adanya perintah dan larangan Allah semua itu mengandung kebaikan di dunia dan di akhirat serta mencegah kemudharatan di dunia maupun di akhirat. Hal ini dikarenakan yang membuat syariat tersebut adalah Dzat Yang Maha Melihat dan Maha Mendengar yang tidak tersembunyi bagi-Nya segala sesuatu serta Dia mengetahui kebaikan hamba-hamba-Nya yang tidak mereka ketahui. Di dalamnya juga terdapat pemotivasian untuk mendapatkannya dan ancaman dari melalaikannya.
4. Janji Allah bahwa Dia tidak akan menyia-siakan amal kebaikan yang mereka lakukan untuk diri mereka dan bahwa Dia Maha Melihat mereka dan akan membalas mereka dengan pahala yang besar.
Maka keyakinan seorang hamba bahwa Allah Maha Melihat dan mengawasinya sangat bermanfaat baginya dalam mendorongnya (berbuat kebaikan) dan mencegah (dari perbuatan maksiat). Apabila seorang hamba beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya dan menjauhi maksiat kepada-Nya dengan merasa bahwa Allah melihat dan mengawasinya, maka ini kedudukan Al-Ihsan yang merupakan kedudukan tertinggi dalam agama ini.
Sebagaimana hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Al-Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat Allah dan jika engkau tidak bisa melihat Allah, maka Allah melihatmu."
Berapa banyak manusia yang meninggalkan kemaksiatan dan dosa dikarenakan dia merasa diawasi oleh Allah yang selalu melihatnya.
Ibnu Rajab Rahimahullah berkata, "Seorang lelaki pernah merayu seorang wanita di tengah gurun pasir pada malam hari, tetapi sang wanita menolak. Lelaki tersebut pun berkata kepadanya, "Tidak ada yang melihat kita sekarang, melainkan bintang-bintang." Si wanita pun berkata, "Lalu di manakah yang menciptakan bintang-bintang tersebut?" maksudnya bukankah Dia juga melihat kita? Allah Ta'ala berfirman,
أَلَمْ يَعْلَمَ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى
"Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (QS. Al-'Alaq: 14). Maka cukuplah ini sebagai cambuk dan pencegah.
العَلِيمُ
3. Yang Maha Mengetahui
Nama الْعَلِيمُ (Yang Maha Mengetahui) disebutkan dalam
Al-Qur'an lebih dari 150 tempat,
Allah Ta'ala berfirman,
يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
"Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Ar-Ruum 54)
إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 181).
Makna الْعَلِيمُ (Yang Maha Mengetahui), adalah ilmu-Nya meliputi yang zhahir dan yang batin, yang nampak maupun yang tersembunyi, yang di atas dan yang di bawah, yang telah berlalu, yang sekarang dan yang akan datang. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sesuatu apa pun. Dia mengetahui apa yang terjadi, apa yang akan terjadi dan apa yang tidak terjadi seandainya terjadi dan bagaimana terjadi. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu dan Dia menghitung segala-galanya.
Di dalam Al-Qur'an terdapat penjelasan yang luas tentang ilmu Allah dan bahwasanya ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.
Allah menyebutkan keluasan ilmu-Nya dalam ayat-ayat Al-Qur'an.
Allah Ta'ala berfirman,
وَسِعَ رَبِّ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
"Pengetahuan Rabbku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapa mengambil pelajaran (daripadanya)." (QS. Al-'An'am: 80).
إِنَّمَا إِلَهُكُمُ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا الله
"Sesungguhnya Ilahmu hanyalah Allah yang tidak ada Illah (yang berhak disembah selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu." (QS. Thaha: 98).
Allah menyebutkan tentang ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu.
إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ (٣)
"Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan." (QS. Ali Imran: 120).
إن رَبِّي بِمَا تَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
"Sesungguhnya (pengetahuan) Rabbku meliputi apa yang kamu kerjakan." (QS. Huud: 92).
Allah juga menyebutkan tentang ilmu-Nya yang meliputi segala hal yang rahasia, yang nampak, yang ghaib dan yang jelas,
رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا تُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى
عَلَى اللَّهِ مِن شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي
السَّمَاءِ
"Ya Rabbkami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di lungit." (QS. Ibrahim: 38).
يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
"Dia mengetahui
(pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati." (QS.
Ghaafir. 19).
وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ
"Dan Allah mengetahui apa
yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan." (QS. An-Nahl: 19).
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَتَهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ
"Tidaklah mereka tahu bahwasannya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib?" (QS. At-Taubah: 78).
Allah Ta'ala menyebutkan tentang ilmu-Nya yang di langit dan di bumi,
إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hujurat: 18).
وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"Padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Hujurat: 16).
Allah Ta'ala menyebutkan tentang pengkhususan diri-Nya dengan perbendaharaan yang ghaib, yang tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Dia. Allah Ta'ala berfirman,
وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كثر مبين
"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan humi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Al-An'aam: 59),
إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا نَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَي أَرْضِ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Luqman: 34),
اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَى وَمَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِندَهُ بِمِقْدَارٍ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ
"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi." (QS. Ar-Ra'du: 8-9).
Beriman dengan nama Allah yang satu ini memiliki pengaruh yang berkah kepada seorang hamba, bahkan ini merupakan sebesar-besarnya cambuk dan pelajaran berharga.
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan, Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan. Dan Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.
Maka hendaknya manusia selalu berhati-hati dari pengawasan Allah terhadap mereka, hingga mereka merasa malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan bertakwa kepada-Nya, merasa selalu diawasi oleh Allah yang selalu melihatnya. Karena Allah Ta'ala mengetahui mata yang khianat meskipun zhahirnya amanat. Dia mengetahui apa yang dirahasiakan oleh dada-dada mereka. "
Kebanyakan nama Allah الْعَلِيمُ (Maha Mengetahui) disebutkan dalam konteks amal perbuatan serta balasannya, agar hati manusia bangkit dan memperingatkan para hamba agar memperbaiki dan menyempurnakan amal perbuatan mereka, semuanya ini untuk memotivasi dan mencegah mereka. Allah sajalah yang dapat memberi taufik, tidak ada Rabb selain-Nya dan tidak ada sesembahan yang hak, kecuali Dia saja.
Allahu ‘alam
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nama : Miftakhurohman
NIP : ARN202-01153
Judul : Mengenal 3 Nama Allah (As Samii’, Al Bashiir dan Al ‘Aliim)
Diringkas dari Terjemah Kitab
Fiqih Asma’ul Husna - Karya Prof Dr. Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr
- Halaman 204 – 225 Penerbit Darus Sunnah Press Cetakan 34, November 2024