Al-Baqarah (2) ayat 9
يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
9. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Karena akibat penipuan itu kembalinya tidak kepada siapa-siapa selain kepada diri mereka sendiri. Padahal Allah akan memberitahukan kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tentang kemunafikan mereka, sehingga terbuka aib mereka di dunia, dan di akhirat mereka berhak mendapatkan siksa.
Namun sayangnya karena kebodohan mereka yang sangat membuat mereka tidak menyadari bahwa akibat kemunafikan itu kembalinya kepada diri mereka sendiri. Karena bodohnya mereka, mereka menganggap bahwa pernyataan beriman dan sumpah mereka ini bermanfaat bagi mereka di sisi Allah dan dapat diterima-Nya sebagaimana pernyataan dan sumpah itu terkadang diterima oleh sebagian kaum mukmin, padahal pernyataan dan sumpah mereka itu tidak bermanfaat apa-apa sebagaimana firman Allah Ta’ala,
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا فَيَحْلِفُونَ لَهُۥ كَمَا يَحْلِفُونَ لَكُمْ ۖ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَىٰ شَىْءٍ ۚ أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْكَـٰذِبُونَ
(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta. Al-Mujadila:18
يَوْمَ يَقُولُ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ وَٱلْمُنَـٰفِقَـٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱنظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِن نُّورِكُمْ قِيلَ ٱرْجِعُوا۟ وَرَآءَكُمْ فَٱلْتَمِسُوا۟ نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُم بِسُورٍ لَّهُۥ بَابٌۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحْمَةُ وَظَـٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلْعَذَابُ
يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَلَـٰكِنَّكُمْ فَتَنتُمْ أَنفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَٱرْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ ٱلْأَمَانِىُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمْرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ
13. Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu." (Kepada mereka) dikatakan, "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)." Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di bagian dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab.
14. Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah. (Al-Hadid:13-14)
Oleh karena itulah, Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengatakan, “Padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.”
Dalam ayat di atas terdapat peringatan terhadap dusta, kemunafikan, dan penipuan. Demikian pula menunjukkan, bahwa akibat dari penipuan itu kembalinya kepada pelakunya.
Faedah:
Imam Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata, “Tidak ada yang takut kepada perbuatan nifak (munafik) kecuali orang mukmin, dan tidak ada yang merasa aman daripadanya kecuali orang munafik.”
Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata, “Aku mendapatkan 30 sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka semua takut jika nifak menimpa dirinya.”
Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, “Aku bertanya kepadamu dengan nama Allah, apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutku termasuk golongan mereka (orang-orang munafik)?” Ia menjawab, “Tidak, dan aku tidak akan mentazkiah (menyatakan bersih) lagi seorang pun setelahmu.
Wallahu 'alam
Sumber EBook Tafsir Al Qur'an Minnatur Rahman (Pelengkap Tafsir Hidayatul Insan)