Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
"Al-hamdu" adalah pujian yang disertai dengan cinta dan pengagungan yang sempurna, dan ini sangat sesuai dengan pensifatan yang datang setelah "al-Hamdu" ( pujian ) : ( رب العالمين = الربوبية ) , maka jika Allah tuhan yang mendidik hamba-hamba Nya wajib untuk dicintai, dan jika Dia Allah yang mampu mendidik dan membibing hamba-Nya kepada jalan yang lurus maka wajib bagi setiap hamba untuk mengagungkan-Nya.
Jika saja tidak ada tugas yang diperintahkan oleh al-Qur'an untuk kita kecuali hanya bersyukur dan memuji pemiliknya dengan pujian yang sempurna; maka cukuplah itu sebagai nikmat yang besar bagi seluruh alam.
Allah ta'ala mensifati diri-Nya setelah firman-Nya { رَبِّ الْعَالَمِينَ } bahwa Dia adalah { الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ }; karena sesungguhnya ketika Allah mensifati diri-Nya dengan { رَبِّ الْعَالَمِينَ } yang merupakan tarhib bagi hamba-Nya; Dia menghubungkan sifat itu dengan { الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ } yang di dalamnya mencakup targhib bagi hamba-Nya, maka dalam sifat Allah akan terkumpul didalamnya antara targhib dan tarhib kepada Allah, yang dengannya ketaatan seorang hamba akan lebih sempurna.
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ulama mengatakan : Dua nama ini membukakan -bagi siapa yang mengetahuinya- seluas-luasnya pintu mahabbah kepada Allah, dan melimpahkan segala harapan hanya kepada-Nya, adapun penyebutan dua nama ini dengan bentuk yang berbeda -dan pada dasarnya keduanya berasal dari mashdar yang sama yaitu Rahmah- adalah menunjukkan keluasannya, dan dalam sebuah hadits qudsi Allah mengatakan :
(( أَناَ عِندَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ))
"Aku sesuai anggapan hamba-Ku" ( HR. Al-Bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675 ).
Yang Menguasai hari pembalasan.
a . Perhatikanlah bagaimana ayat mencakup poin-poin dibawah ini :
1. Pembuktian hari kiamat.
2. Balasan atas amalan setiap hamba - yang baik maupun yang buruk -
3. Allah sebagai tuhan semesta alam menyendirikan diri-Nya dalam pengadilan pada hari kiamat.
4. Keadilah hukum yang ditetapkan oleh Allah ta'ala.
b . Sesungguhnya Allah mengatakan : { يَوْمِ الدِّينِ } dan bukan "مالك الدين" ; adalah karena memberitahu kita bahwa qiamat telah ditentukan untuknya hari yang spesial dibanding hari-hari yang lain, yaitu pada hari ketika semua pelaku perbuatan menemui amalan dan hasilnya.
---------------------------------------