Oleh : A.S Mayangsari
Diatas papan catur kita memiliki pangkat dan status yang berbeda. Tapi, ketika permainan selesai kita akan dimasukkan dalam kotak yang sama.
Tapi ini bukan tentang papan catur. Hidup sering membuat kita sibuk mengejar pangkat dan status. Seolah-olah nilai diri ditentukan dari seberapa tinggi posisi kita di mata manusia. Kita bekerja keras untuk naik, untuk dihormati, untuk dianggap berhasil.
Hingga perlahan kita lupa bahwa posisi itu bukan milik kita, melainkan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Popularitas kadang datang sebagai pelengkap dari pencapaian. Namun ia hanyalah bayangan yang mudah berubah, dan bukan ukuran kemuliaan di hadapan-Nya.
Pada akhirnya, tidak ada yang kita bawa selain amal dan ketulusan hati. Jabatan, status, dan nama besar akan berhenti saat waktu kita selesai.
Yang tersisa adalah jejak bagaimana kita memperlakukan orang lain, seberapa adil kita saat berkuasa, dan seberapa tulus kita saat memberi. Di situlah nilai kita sebenarnya ditentukan.
Maka saat berada di atas, pastikan hati tetap tunduk dan rendah. Dan saat berada di bawah, pastikan hati tetap kuat dan tidak kehilangan arah.
Gunakan setiap amanah sebagai jalan untuk melayani dan memberi manfaat. Karena kekuatan sejati bukan tentang menguasai, tetapi tentang menguatkan yang lain.
Hidup ini bukan tentang siapa yang paling tinggi berdiri, Tetapi siapa yang paling siap kembali dengan hati yang bersih.
Semoga Allah menjaga kita dari kesombongan yang halus, Dan menuntun kita menjadi pribadi yang bermanfaat, tulus, dan tenang saat menghadap-Nya.
Hati-hati dengan hati Karena hati adalah kunci 🗝