Terlalu Pandai Urusan Dunia, Namun Lupa Akhirat

Saudaraku, marilah kita simak dan merenungi ayat berikut: 

Allah ﷻ berfirman:

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai." (QS. Ar-Rūm: 7). 

Imam Al-Baghawi رحمه الله menjelaskan makna ayat ini:

Manusia banyak yang pandai mengurus dunia—mereka tahu bagaimana berdagang, menanam, membangun, mencari penghasilan, dan menata kehidupannya di dunia. Namun, di saat yang sama, mereka lupa menyiapkan kehidupan akhirat.

Beliau menukil ucapan Al-Hasan Al-Bashri:

“Sungguh, salah seorang dari mereka bisa meneliti satu dirham dengan ujung kukunya, tahu persis beratnya tanpa salah, namun ia tidak mampu mendirikan salat dengan benar.” 

[Tafsir Ma‘ālimat-Tanzīl karya Imam Al-Baghawiy rahimahullah]. 

Saudaraku, 

Betapa dalam sindiran ini. Kita hidup di zaman ketika manusia sangat cerdas mengelola teknologi, mampu membuat perhitungan bisnis rumit, tahu kapan waktu terbaik untuk berinvestasi, bahkan hafal jadwal kerja dan proyek. Tapi... berapa banyak di antara kita yang lupa menata investasi akhiratnya?

🌿 Pandai Dunia, Tapi Lalai Akhirat

Renungkanlah — berapa banyak waktu kita habiskan untuk meraih kesuksesan dunia, namun hanya sisa-sisa waktu yang kita berikan untuk Allah?

Kita hafal nama artis, pemain bola, dan tren terbaru, selalu update berita terkini tapi jarang membaca Kalamullah (Al-Quran), jarang juga meng-upgrate ilmu agama agar kita semakin baik dalam beribadah dan menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. 

Kita rela begadang demi pekerjaan, tapi berat melangkah ke masjid untuk salat subuh.

Padahal dunia ini hanya kulit luar kehidupan, sementara akhirat adalah hakikat abadi.

Dunia ini seperti fatamorgana — tampak nyata, tapi sirna ketika ajal tiba.

🌿 Sebuah renungan 

Maka jangan hanya sibuk menanam di ladang dunia, tapi lupa menanam amal di ladang akhirat.

🌸 Penutup

Saudaraku,

Ketika kita berpikir keras demi masa depan dunia yang belum tentu panjang, jangan lupa menyiapkan masa depan akhirat yang pasti datang.

Sebab, setiap langkah kita hari ini akan menjadi catatan abadi di hadapan Allah kelak.

Mari kita pandai dalam menyikapi antara dunia dan akhirat — jadilah orang yang memiliki orientasi akhirat namun tetap memberikan porsi dunia sesuai dengan kadarnya, bukan ahli dunia yang buta akhirat.

Semoga bermanfaat, Baarakallahu fikum. 


✍️ Hari Febriansyah Group WA