Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc - Hafidzahullah ta'ala
Kajian Kitab Mujmal Ushul
Ahlussunnah wal Jama'ah fil Aqidah - Nashir Abdul Karim al-‘Aql
ٱلسَلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قَالَ اللهُ تَعَالى فِيْ الكتاب
الْكَرِيْمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
0.47-4.20
Saudara seiman kita melanjutkan
kitab mujmal usul ahli Sunnah Wal Jamaah fil aqidah masih kita di bab yang
kedua di poin nomor 9 sekarang kata penulis buku :
الإيمان بالقدر خيره وشره من الله تعالى
beriman kepada takdir yang baik dan
yang buruk semua dari Allah
wa dzalika bagaimana cara beriman
kepada takdir, maka disini beliau menyebutkan rukun rukunnya
وذلك : بالإيمان بأن الله تعالى علم ما
يكون قبل أن يكون
yaitu dengan cara mengimani atau
beriman Bahwasanya Allah ta'ala mengetahui
Apa yang akan terjadi sebelum
terjadi dia beriman bahwasannya Allah mengetahui apa yang akan terjadi sebelum terjadinya
ini yang pertama.
وكتب ذلك في اللوح المحفوظ
Dan Allah telah mencatat semua itu
dalam Lauhul Mahfud
ini yang kedua itu bahwa Allah telah
mencatat semua takdir ya takdir segala sesuatu di mana Di Lauhul Mahfudz
وأن ما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن
dan bahwasanya apa yang Allah kehendaki
terjadi pasti terjadi, dan apa yang Allah tidak kehendaki untuk terjadi tidak
mungkin terjadi dan yang ketiga, apa yang ketiga ?
itu bahwasanya apa yang Allah kehendaki
terjadi pasti terjadi dan apa yang Allah kehendaki tidak terjadi tidak akan
terjadi
فلا يكون إلا ما يشاء
maka tidak akan terjadi kecuali apa
yang Allah kehendaki, maka tidak akan terjadi kecuali apa yang
والله تعالى على كل شيء قدير
Dan Allah yang Maha Tinggi Maha
Kuasa atas segala sesuatu
وهو خالق كل شيء
dan Allah pencipta segala sesuatu
ini yang keempat, ini yang keempat bahwa Allah menciptakan segala sesuatu
فعال لما يري
Allah berbuat sesuai dengan
keinginannya dan Allah berbuat sesuai dengan apa keinginannya
4.28
baik
saudaraku sekalian kita akan membahas rukun yang keenam ini karena ini merupakan
salah satu Rukun Iman yaitu rukun yang keenam, yaitu beriman kepada takdir yang
baik maupun yang buruk dan beriman kepada takdir ini faedahnya Agung sekali,
Apa
faedah beriman kepada takdir yang pertama yaitu mendapatkan pahala yang besar,
mendapatkan pahala yang besar, karena iman kepada takdir termasuk rukun iman dan
rukun iman adalah merupakan salah satu daripada pokok-pokok keimanan yang tidak
akan lurus Iman kecuali dengannya maka para ulama Siapa yang mengingkari salah
satu Rukun Iman maka ia bisa murtad dari agama Islam. Rukun Iman ada berapa ada
6
Faedah
yang kedua beriman kepada takdir itu menumbuhkan ketegaran dalam menghadapi
berbagai macam musibah karena ketika tahu bahwa musibah itu termasuk takdir
Allah, musibah yang menimpa berupa sakit ya kesulitan rezeki, demikian pula
berbagai macam musibah itu semua sudah takdir Allah
maka ketika tahu itu takdir dari
Allah maka kita berusaha untuk sabar karena Dengan sabar kita bisa mendapatkan
ridho Allah Dengan sabar kita bisa mendapatkan Hidayah dari Allah subhanahu wa
ta'ala
6.40
Allah berfirman : *(Al-Baqoroh :
155-156)
وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا
لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
أُو۟لَـٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ
وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ
7.00
berikan
Kabar gembira untuk orang-orang yang sabar siapa dia orang-orang yang bisa
sabar yaitu orang-orang yang Apabila ditimpa musibah mereka berkata innalillah Sesungguhnya
kami milik Allah wa innailaihi rojiun dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada
Allah kalau Allah menyebutkan balasannya ulaaika alaihim sholawatu mirrobihim
wa rohmah mereka itu mendapatkan
shalawat dari Rabb mereka, sholawat Allah kepada hamba kata para ulama yaitu
Doa apa pujian warohmah dan mendapatkan rahmat dan mereka pasti mendapatkan
hidayah Subhanallah
7.53
maka kesabaran itu muncul Pak ketika
kita yakin bahwa kita milik Allah. Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena
kita milik Allah maka Allah berbuat sesuai dengan apa yang Allah inginkan dan
tentu perbuatan Allah tidak mungkin zalim tidak mungkin apa perbuatan Allah Pak
pasti adil pasti itu maka saat itu kita Ridho kita sabar yang menghadapi
berbagai macam takdir yang pahit dan kita bersyukur ketika diberikan oleh Allah
takdir yang baik
8.37
kemudian faedah yang ketiga dalam
beriman kepada takdir apa Pak yaitu menambah kita semangat untuk beramal menambah
kita semangat untuk apa beramal karena kita tahu beriman bahwa setiap manusia
Pak sudah ditentukan dia masuk surga atau neraka, itu wajib iman. Setiap
manusia sudah Allah Tentukan dia masuk surga atau neraka, nah ketika kita tahu bahwa
Allah sudah mentakdirkan setiap manusia untuk masuk surga dan neraka maka itu
membangkitkan semangat supaya kita termasuk orang yang ditakdirkan oleh Allah
masuk ke dalam surga, makanya hadis-hadis yang menyebutkan bahwasanya setiap
kalian kata Rasulullah sudah ditentukan oleh Allah di surga atau di neraka
bukan menjadikan kita melempem, bukan menyebabkan kita akhirnya lemah dalam
beramal salah, justru ketika kita mendengar hadits itu membangkitkan semangat
untuk beramal supaya kita termasuk orang yang Allah takdirkan masuk ke dalam
surga demikian pula semangat untuk mencari nafkah semangat untuk yang berusaha
karena kita tahu memang rezeki sudah ditakdirkan oleh Allah betul tapi tetap
harus Apa usaha tidak mungkin duit datang sendiri tidak mungkin ketika kita
lapar kita
10.30
diam saja tidak mau cari makan
Dengan alasan kalau Allah takdirkan kenyang ya kenyang juga Setelah itu kita
nggak cari makan nggak mungkin, justru mengharuskan kita untuk berusaha maka orang
yang beriman kepada takdir justru semakin semangat dia berusaha Apa semangat dia
mencari nafkah semangat dan dia tidak mengenal putus asa
11.00
kemudian diantara faedah beriman
kepada takdir saudaraku sekalian menumbuhkan keberanian menumbuhkan apa
keberanian syaja'ah sebagaimana Rasulullah bersabda kepada Ibnu Abbas ya
11.22
وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى
أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ
كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ
إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ
الصُّحُفِ
11.37
Ketahuilah hai anak kalaulah seluruh
manusia bersatu padu untuk memberikan manfaat, kepada kamu mereka tidak bisa
memberikan manfaat kecuali sesuai dengan yang telah Allah Tuliskan untukmu dan
kalaulah mereka semua bersatu padu, untuk memberikan mudharat kepadamu maka
mereka tidak pun bisa memberikan mudarat kecuali dengan sesuatu yang telah
Allah Tuliskan kepadamu *(HR. at-Tirmidzi, Ahmad lihat Arbain an Nawawi
no.19)
12.22
makanya orang yang beriman kepada
takdir Pak dia tidak akan menjadi orang pengecut penakut nggak, ada sebagian
Ikhwan kalau mau naik pesawat takut, kenapa kamu naik pesawat takut takut
jatuh, naik mobil kok nggak takut tabrakan Antum jalan kaki nggak takut
ditabrak, Apa bedanya Bukankah yang namanya tabrakan kematian dan yang lainnya
sudah ditentukan oleh Allah kalau Allah Tentukan pesawatnya jatuh dan Allah
belum takdirkan kamu mati kalau Allah Tentukan kamu mati kemudian kamu jalan
kaki Allah Tentukan mati dimanapun keadaannya maka seperti ini akan menemukan
apa jiwa keberanian sehingga kita tidak menjadi orang yang pengecut Penakut ya
13.32
ini diantara faedah-faedah beriman
kepada apa takdir kemudian Beliau berkata dan beriman kepada takdir itu dengan
cara yang pertama tadi apa bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang akan
terjadi sebelum ia terjadi, Allah tahu, Allah tahu apa yang akan terjadi sampai
hari kiamat semua Allah tahu Allah berfirman dalam surat al-an'am
وَعِندَهُۥمَفَاتِحُٱلْغَيْبِلَايَعْلَمُهَآإِلَّاهُوَ
14.13
di sisi Allah lah kunci-kunci ilmu
gaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia saja
وَمَاتَسْقُطُمِنوَرَقَةٍإِلَّايَعْلَمُهَا
tidak ada satupun daun yang jatuh
kecuali Allah tahu semua yang ada di dalam bumi pergerakan dan yang lainnya
Allah tahu ya Allah
14.46
يَعْلَمُخَآئِنَةَٱلْأَعْيُنِوَمَاتُخْفِىٱلصُّدُورُ
pun tahu mata-mata yang berkhianat
dan apa yang, disembunyikan di dalam dada Allah tahu ya tidak ada yang
tersembunyi bagi Allah sedikitpun juga Allah tahu segala sesuatu sebelum
terjadinya Allah sudah tahu ini Wajib diimani Pak
15.11
yang kedua apa itu bahwa Allah telah
mencatat takdir seluruh makhluk dalam Lauhul Mahfudz dalam hadis yang
dishahihkan syaikh Albani rahimaahullah
أَوَّلُ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمُ
Makhlauk yang pertama kali Allah ciptakan itu pena
makhluk yang pertama kali Allah ciptakan apa pena - wa qol - lalu Allah
berfirman kepada pena -uktub – tulis maka pena berkata apa yang harus aku tulis
Allah berfirman tulislah takdir segala sesuatu ( HR Abu Dawud 4700, Tirmidzi
2156)
dan dalam hadis yang lain yang
shahih dikeluarkan Imam Ahmad dalam musnadnya Rasulullah sholallahu alaihi
wasalam bersabda
إِنَّ ٱللَّهَ كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ
قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ
Sesungguhnya Allah telah menuliskan
takdir segala sesuatu sebelum menciptakan langit lima puluh ribu tahun, jadi
50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi Allah sudah menulis
takdir segala sesuatu, wajib diimani karena ini dikabarkan oleh Rasulullah
Shallallahu alaihi wasallam
dan Allah Catat itu semuanya dalam
Lauhul Mahfudz
17.03
Yang ketiga
وأن ما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن
فلا يكون إلا ما يشاء
dan bahwasanya apa yang Allah kehendaki
terjadi pasti terjadi, dan apa yang Allah tidak kehendaki terjadi tidak mungkin
terjadi maka tidak mungkin terjadi kecuali sesuai dengan kehendak Allah. ini
keyakinan Ahlussunnah Wal Jamaah berbeda dengan keyakinan qodariyah, itu
kelompok yang menolak takdir ya qodariyah itu kelompok yang menolak apa takdir,
apa kata orang qadariyah apa yang
Allah kehendaki terjadi belum tentu terjadi dan apa yang Allah tidak kehendaki
terjadi bisa jadi terjadi, keyakinan qadariyah ini jelas penghinaan besar
terhadap Allah, sebab kalau misalnya Allah berkehendak terjadi ternyata tidak
terjadi itu kan menunjukkan Allah lemah, Allah tidak berkehendak untuk terjadi
ternyata itu kan menunjukkan Allah lemah ada sebuah cerita ya ada orang Arab
18.43
Badui mendatangi tokohnya qodariyah
itu namanya Amr Bin Ubay apa kata orang Arab Baduy ini Hai Amr tolong doakan
supaya unta saya di yang dicuri kembali lagi kata orang-orang Baduy unta saya
hilang dicuri tolong doakan kepada Allah Supaya apa, balik lagi apakah kasih
Amar Pak, Ya Allah
19.23
sesungguhnya unta orang ini hilang dicuri
dan engkau ya Allah tidak berkehendak untuk hilang dan dicuri maka Tolonglah Ya
Allah kembalikan unta orang ini,
apa kata orang-orang Saya nggak
butuh doa kamu kenapa kata dia kalau Allah tidak berkehendak untaku dicuri
ternyata kecurian
20.01
Saya khawatir kalau Allah
berkehendak untuk kembali ternyata nggak kembali-kembali Buat apa kalau gitu
saya meminta kepada Allah, Masya Allah ini orang Arab Baduy aja bisa mikir
ya akan kesesatan orang qodariyah
itu ya kalau ahlussunnah mengatakan semua yang Allah kehendaki terjadi pasti
terjadi dan semua yang Allah tidak kehendaki terjadi tidak mungkin terjadi maka
semua yang terjadi di muka bumi di alam semesta itu semua sudah dengan kehendak
Allah Azza wa Jalla namun para ulama membagi kehendak Allah menjadi dua para
ulama
20.49
membagikan kehendak Allah menjadi
apa dua Yang pertama apa, yaitu masyiah kauniyah qodariyah kehendak Allah yang bersifat ketentuan kauniyah
qodariyah
21.13
kehendak Allah yang bersifat karunia
qodariyah Apa itu yaitu setiap ketentuan Allah yang tidak berhubungan dengan
apa cinta dan Ridho Allah
dimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala
mentakdirkan segala sesuatu maka ini tidak berhubungan dengan apa pensyariatan,
yang kedua yaitu masyiah syariyah diniyyah apa itu
22.00
kehendak Allah yang berhubungan dengan
cinta dan Ridhonya itu pensyariantan, saya berikan contoh Pak, Allah berkehendak
Allah berkehendak adanya iblis ya tidak ? tapi apakah Allah mencintai iblis ? Allah
cinta iblis ? tidak Allah berkehendak
adanya maksiat tapi apakah Allah mencintai maksiat ? tidak Apakah Allah
memerintahkan manusia berbuat maksiat? tidak
berarti adanya maksiat adanya iblis adanya
perpecahan semua ini masyiah kauniyah qodaiyah paham ?
22.57
sekarang Allah berkehendak adanya
ketaatan Allah berkehendak adanya apa dan Allah suka dan cinta untuk ditaati dan
mencintai hamba-hambanya yang taat maka ini kehendak yang bersifat apa Syar’iyah
Diniyah Syariat agama maka dua kehendak ini tidak bertabrakan sama sekali. Adanya
iblis adanya orang kafir dan yang lainnya yang memang Allah tidak suka itu
semua, itu murni kehendak kauniyah qodariyah, adanya orang-orang yang beriman
bertakwa beramal saleh itu kehendak Syar’iyah diniyah.
23.56
Allah menyuruh kita untuk taat maka
itu sifatnya syar'iyah Diniyah
Apa bedanya kauniyah qadariyah
dengan syariah diniyah?
diantara perbedaannya Pak, kalau
kauniyah itu pasti terjadi, kauniyah itu pasti apa terjadi sedangkan diniyah
syar'iyah belum tentu terjadi
24.30
maksudnya belum tentu terjadi Gimana
Allah berkehendak untuk ditaati tapi ada yang taat ada yang tidak, demikian
yang dikatakan oleh Syekh Muhammad rahimahullah dalam kitab syarah aqidah washitiyah.
ini yang keberapa yang ketiga ya.
والله تعالى على كل شيء قدير
dan Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu bagi Allah mudah semuanya
kemudian yang keempat
وهو خالق كل شيء
dan Allah pencipta segala sesuatu
menciptakan langit dan bumi dan termasuk menciptakan manusia dan perbuatannya
فعال لما يري
dan Allah berbuat sesuai dengan
keinginannya
25.31
Saudaraku sekalian inilah iman
kepada takdir, lalu apa sikap kita sebagai seorang hamba ya Akhi dalam
menghadapi takdir itu, tentu yang pertama saudaraku wajib kita meyakini bahwa
Allah tidak mungkin menzalimi hamba-hambanya karena Allah Maha Adil Dan Allah
telah mewajibkan kepada dirinya keadilan dan mengharamkan atas dirinya
kezaliman, Allah berfirman di dalam surat al-qur'an
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ ۖ
Sesungguhnya Allah tidak akan pernah
berbuat zalim sekecil apapun juga. *(An Nisa : 40)
26.34
Allah berfirman juga *(Al Kahfi :
49)
وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
dan Robbmu tidak akan pernah
menzalimi siapapun
26.46
Rasulullah bersabda Dalam Hadis
Qudsi Allah berfirman ya Apa kata Allah ini
إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلىَ نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ
بَيْنَكُمْ مُحَرَّماً، فَلاَ تَظَالَمُوا
*(HR. Muslim Lihat Arbain An Nawawi
no. 24)
jangan kalian saling berbuat zalim jadi
Pak ketentuan Allah pasti adil namun terkadang kita belum memahaminya belum
memahaminya, ketika Antum melihat ada orang yang terlahir dalam keadaan cacat,
mungkin secara akal pikiran kita kok kasihan amat ini orang terlahir dalam keadaan
apa cacat tapi kita nggak tahu sisi keadilan Allah pada orang tersebut, karena
kita diberikan oleh Allah ilmu hanya sedikit saja, Allah mengatakan
وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
kalian tidak diberikan ilmu Kecuali
sedikit saja *(Al Isra : 85)
27.58
yakin Allah adil ketika menciptakan
manusia yang cacat, Allah mengazab pelaku maksiat dengan api neraka adil tidak
Pak ? adil Allah memberikan sanksi sesuai dengan apa jenis maksiatnya pasti
adil itu, ada yang tersesat ada yang dapat hidayah itu semua dengan keadilan
Allah. Allah yang Allah yang paling tahu siapa yang tersesat Siapa yang dapat
Hidayah. Siapa yang berhak mendapatkan hidayah dan siapa yang tidak berhak
mendapatkan apa Hidayah, Allah tahu Cuma terkadang Pak keadilan Allah itu sering
kali hilang ya, dari diri kita ketika kita selalu melihat musibah musibah sehingga
saat itu apa yang terjadi kita seringkali kehilangan rasa Ridho dengan
29.10
ketentuan Allah kalau kita Yakin
Allah itu maha adil dan tidak zalim pasti kita akan Ridho tapi ketika keyakinan
kita runtuh ya, sirna, saat itu kita tidak Ridho dengan ketentuan Allah Karena
untuk Ridho dengan ketentuan Allah itu berat
29.38
Saya yakin kalau kita dikasih takdir
yang enak yang nyaman yang Masya Allah nikmat semua Siapa yang tidak Ridho
diberikan ketentuan yang nikmat tapi ketika Allah berikan kepada kita takdir
yang buruk dikasih sakit, rezeki yang seret, badan yang cacat, banyak diantara
kita kurang Ridho dengan ketentuan yang Allah berikan kepada apa kita, makanya
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam minta kepada Allah dalam hadisnya wa
asaluka ridho ba’dal qodho
30.22
Ya Allah aku meminta Ridho setelah
ketentuan yang engkau berikan kepadaku Ya Allah karena Kalau antum dikasih
seret rezeki sudah berusaha gagal lagi, gagal lag,i gagal lagi, gagal lagi,
disitu terkadang Pak Masya Allah, ya kita suka suudzon sama Allah
30.49
jangan-jangan Allah nggak sayang
lagi sama saya kita terkadang berdoa sama Allah berdoa ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Allah lama nggak dikabulkan akhirnya apa yang terjadi putus asa
setelah itu apa tidak mau lagi berdoa capek saya berdoa Allah sudah tidak
mendengar doaku lagi Kenapa karena tergesa-gesa akhirnya Apa akhirnya kita tidak
Ridho dengan ketentuan Allah subhanahu wa ta'ala ini berbahaya saudara ya akhi
31.33
yakini yang pertama bahwa Allah
pasti adil dan Allah tidak mungkin dzolim wajib kita yakin itu dalam
ketentuan-ketentuannya yang buruk Allah adil dan tidak zalim Namun kita sering
tidak mengerti perbuatan Allah apa hikmahnya kita tidak tahu
31.59
yang kedua saudaraku yang harus kita
sikap kita yang kedua akhul Islam adzaniyallah wa iyakum yaitu kita berusaha ya
akhul Islam, meyakini bahwa semua ketentuan Allah penuh dengan Hikmah
dan perbuatan Allah di baliknya
pasti ada hikmah pasti itu hikmah-hikmah yang sangat luar biasa karena Allah
tidak pernah Menciptakan makhluk itu sia-sia Allah tidak pernah menjadikan
segala sesuatu itu dengan kesia-siaan tidak ada manfaatnya tidak tapi Allah
menciptakan sesuatu berbuat
sesuatu mentakdirkan sesuatu karena
ada hikmah-hikmah yang agung di belakang itu
32.52
Kenapa Allah menciptakan iblis dan
menentukan adanya iblis Pak. ada hikmahnya Allah ingin menguji manusia Siapa
yang beriman Siapa yang tidak beriman Kenapa Allah menghendaki adanya maksiat
Pak ada hikmahnya dengan maksiat akan terlihat Siapa yang taat dan siapa yang ya
suka berbuat maksiat Kenapa Allah takdirkan adanya perpecahan Pak ada hikmahnya
dengan adanya perpecahan terlihat Siapa yang ngikutin Wahyu dan siapa yang
ngikutin hawa nafsu dengan adanya
33.35
perpecahan terlihat Siapa yang
bersungguh-sungguh mencari kebenaran dan siapa yang tidak bersungguh-sungguh
mencari apa kebenaran dengan adanya perpecahan itu ada hikmah-hikmah yang agung
Allah ingin menyaring manusia disaring sama Allah Subhanahu Wa Ta'ala Allah
mentakdirkan akhwal Islam.
34.01
sudah masuk sudah baik karena sudah
masuk isya kita.
Nama Miftakhurohman
NIP : ARN202-01153
Judul Materi : Beriman Kepada Takdir
Nama Pemateri : Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc
Link Sumber Materi : LinkYoutube : https://www.youtube.com/watch?v=E8y2bCG6Om8&list=WL&index=11&t=1375s
Alhamdulillah selesai tugas HIS
Akademi Aqidah_01