Tafsir Hidaytul Insan - Ustadz Abu Yahya Marwan Hadidi bin Musa hafidzahullahu ta'ala
Al-Baqarah (2) ayat 4
Al-Baqarah (2) ayat 4
وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْـَٔاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
4. Dan mereka beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelummu, dan mereka yakin akan adanya akhirat.
Dan mereka beriman kepada yang diturunkan kepadamu Yaitu Al Qur'an, demikian juga apa yang diturunkan kepada Beliau berupa hikmah (As Sunnah).
dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelummu, Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al Qur'an yang diturunkan kepada Para rasul. Orang-orang mukmin tidak membeda-bedakan para rasul (dengan hanya beriman kepada sebagiannya dan ingkar kepada sebagian yang lain) dan mereka tidak mengingkari apa yang mereka (para rasul) bawa dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
Allah Subhaanahu wa Ta'aala menurunkan kitab kepada Rasul ialah dengan menyampaikan wahyu kepada Jibril 'alaihis salam, lalu Jibril menyampaikannya kepada rasul.
Termasuk ke dalam beriman kepada kitab-kitab Allah adalah:
1. Beriman bahwa kitab-kitab itu turun dari sisi Allah.
2. Beriman kepada kitab-kitab Allah tersebut baik secara tafshil (rinci) maupun ijmal (garis besar).
Secara tafshil maksudnya kita mengimani penjelasan Al Qur’an dan As Sunnah yang menyebutkan tentang kitab-kitab Allah tersebut secara rinci seperti namanya adalah kitab ini dan diberikan kepada nabi yang bernama itu dsb.
Sedangkan secara ijmal maksudnya kita mengimani bahwa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada rasul-rasul-Nya meskipun tidak disebutkan namanya.
3. Membenarkan berita yang ada dalam kitab tersebut yang masih murni (belum dirubah) seperti berita Al Qur’an dan berita kitab-kitab yang belum dirubah.
Kita katakan “yang masih murni” karena kitab-kitab selain Al Qur’an tidak dijaga kemurniannya seperti halnya Al Qur’an yang dijaga kemurniannya oleh Allah
Subhaanahu wa Ta'aala. Sedangkan kitab-kitab selain Al Qur’an seperti Taurat dan Injil sudah dicampuri oleh tangan-tangan manusia dengan diberikan tambahan, dirubah, dikurangi atau dihilangkan sehingga tidak murni lagi seperti keadaan ketika diturunkan.
مِّنَٱلَّذِينَهَادُوا۟يُحَرِّفُونَٱلْكَلِمَعَنمَّوَاضِعِهِ
Allah berfirman, “Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya.”
(Terj. Qs. An Nisaa’: 46)
4. Mengamalkan hukum yang terkandung dalam kitab-kitab tersebut selama belum dihapus disertai dengan sikap ridha dan menerima. Namun setelah diturunkan Al Qur’an, maka kitab-kitab sebelumnya sudah mansukh (dihapus) tidak bisa diamalkan lagi, yang diamalkan hanya Al Qur’an saja atau hukum yang dibenarkan oleh Al Qur’an saja.
Sulaiman bin Habib pernah berkata, “Kita hanya diperintahkan beriman kepada Taurat dan Injil dan tidak diperintah mengamalkan hukum yang ada pada keduanya.”
dan mereka yakin akan adanya akhirat. Yakin adalah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikit pun. Akhirat lawan dunia. Dinamakan akhirat karena berada di akhir setelah kehidupan
dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan setelah mati dan setelah dunia berakhir.
Yakin akan adanya kehidupan akhirat adalah benar-benar percaya akan adanya kehidupan setelah mati (yaitu alam barzakh yang di dalamnya terdapat fitnah kubur, azab kubur dan nikmat kubur) dan setelah dunia berakhir (seperti kebangkitan manusia, pengumpulan manusia di padang mahsyar, adanya hisab (pemeriksaan amalan), mizan (penimbangan amalan), shirath, surga dan neraka).
Termasuk beriman kepada hari Akhir juga adalah beriman kepada tanda-tanda hari kiamat, seperti keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam, keluarnya Ya’jujMa’juj dan terbitnya matahari dari barat. Sebelum tibanya tanda-tanda tersebut, akan didahului tanda-tanda kecilnya di antaranya adalah diangkatnya ilmu (dengan banyak diwafatkannya para ulama), perzinaan banyak dilakukan, wanita lebih banyak daripada laki-laki, amanah akan disia-siakan dengan diserahkan urusan kepada yang
bukan ahlinya, banyaknya pembunuhan, dan banyaknya gempa bumi (berdasarkan beberapa hadits yang shahih).
Sumber EBook Tafsir Al Qur'an Minnatur Rahman (Pelengkap Tafsir Hidayatul Insan)