Tafsir Hidaytul Insan Tafsir Al-Baqarah (2) ayat 7

Tafsir Hidaytul Insan - Ustadz Abu Yahya Marwan Hadidi bin Musa hafidzahullahu ta'ala
Al-Baqarah (2) ayat 7

خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصَـٰرِهِمْ غِشَـٰوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

7. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.

Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, Yakni orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehat tidak akan berbekas kepadanya disebabkan kekafiran dan kerasnya hati mereka setelah tampak kebenaran bagi mereka. Oleh karena itu, Allah tidak memberi mereka taufiq untuk mengikuti petunjuk itu.

Qatadah berkata tentang ayat ini, “Setan telah menguasai mereka karena mereka (selalu) menaatinya, maka Allah mengunci mati hati dan pendengaran mereka. Penglihatan mereka juga ditutup, sehingga mereka tidak dapat melihat petunjuk, tidak dapat mendengar, tidak memahami dan tidak mengerti.

Al A’masy berkata, “Mujahid memperlihatkan kepada kami telapak tangannya (untuk permisalan), ia berkata, “Mereka (generasi salaf terdahulu) memandang bahwa hati itu seperti ini,” maksudnya seperti telapak tangan. Ketika seorang hamba melakukan dosa, maka akan terlipat daripadanya, ia berbuat dengan kelingkingnya seperti ini dan berbuat seperti ini dengan jarinya yang lain sehingga jari-jari semuanya terlipat, selanjutnya ia berkata, “Lalu dicap dengan sebuah cap.” 

Mujahid juga berkata, “Mereka (generasi salaf terdahulu) memandang, itulah yang disebut Rain.”Lihat pula surat Al Muthaffifin: 14, tentang Raan atau Rain.*

penglihatan mereka telah tertutupMaksudnya, mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al Quran yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri. 

Sarana-sarana untuk memperoleh petunjuk dan kebaikan telah ditutup bagi mereka. Ini merupakan hukuman yang disegerakan dan hukuman yang akan datang kepada mereka adalah azab yang sangat pedih berupa azab neraka dan kemurkaan Allah Ta'ala di samping dibangkitkan dalam keadaan tuli dan buta.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, 

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ أَعْمَىٰ

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِىٓ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا

قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ ءَايَـٰتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ ٱلْيَوْمَ تُنسَىٰ

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta"—Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat? Allah berfirman, "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan." (Qs. Thaha: 124-126)

dan mereka akan mendapat azab yang beratKedua ayat di atas (6 dan 7) menjelaskan tentang Sunnatullah (ketetapan Allah) yang Dia berlakukan kepada orang-orang yang sombong dan keras kepala setelah kebenaran tampak bagi mereka, yaitu Dia halangi mereka dari memperoleh hidayah taufiq, Dia jadikan panca indera mereka tidak berguna lagi bagi mereka sehingga mereka tidak beriman dan tidak memperoleh petunjuk.

Demikian pula pada kedua ayat ini terdapat peringatan agar berhenti dari kekafiran, kezaliman, dan melakukan kerusakan, dimana itu semua mengharuskan pelakunya mendapatkan azab yang pedih.Imam Al Baghawi berkata, “Ahlussunnah berkata, “Allah menghukumi kafir terhadap hati mereka karena pengetahuan-Nya sejak awal tentang mereka.”

Wallahu 'alam
Sumber EBook Tafsir Al Qur'an Minnatur Rahman (Pelengkap Tafsir Hidayatul Insan)

*
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka. Al-Mutaffifin:14