Tadabbur Qur'an Surat Al Fatihah Ayat 2, 3 dan 4

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

(2) ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

"Al-hamdu" adalah pujian yang disertai dengan cinta dan pengagungan yang sempurna, dan ini sangat sesuai dengan pensifatan yang datang setelah "al-Hamdu" ( pujian ) : ( رب العالمين = الربوبية ) , maka jika Allah tuhan yang mendidik hamba-hamba Nya wajib untuk dicintai, dan jika Dia Allah yang mampu mendidik dan membibing hamba-Nya kepada jalan yang lurus maka wajib bagi setiap hamba untuk mengagungkan-Nya.

Jika saja tidak ada tugas yang diperintahkan oleh al-Qur'an untuk kita kecuali hanya bersyukur dan memuji pemiliknya dengan pujian yang sempurna; maka cukuplah itu sebagai nikmat yang besar bagi seluruh alam.

Allah ta'ala mensifati diri-Nya setelah firman-Nya { رَبِّ الْعَالَمِينَ } bahwa Dia adalah { الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ }; karena sesungguhnya ketika Allah mensifati diri-Nya dengan { رَبِّ الْعَالَمِينَ } yang merupakan tarhib bagi hamba-Nya; Dia menghubungkan sifat itu dengan { الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ } yang di dalamnya mencakup targhib bagi hamba-Nya, maka dalam sifat Allah akan terkumpul didalamnya antara targhib dan tarhib kepada Allah, yang dengannya ketaatan seorang hamba akan lebih sempurna.

الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ (3)

Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ulama mengatakan : Dua nama ini membukakan -bagi siapa yang mengetahuinya- seluas-luasnya pintu mahabbah kepada Allah, dan melimpahkan segala harapan hanya kepada-Nya, adapun penyebutan dua nama ini dengan bentuk yang berbeda -dan pada dasarnya keduanya berasal dari mashdar yang sama yaitu Rahmah- adalah menunjukkan keluasannya, dan dalam sebuah hadits qudsi Allah mengatakan :

 (( أَناَ عِندَ ظَنِّ عَبْدِي بِي )) 

"Aku sesuai anggapan hamba-Ku" ( HR. Al-Bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675 ).

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4)

Yang Menguasai hari pembalasan.

a . Perhatikanlah bagaimana ayat mencakup poin-poin dibawah ini :

1. Pembuktian hari kiamat.

2. Balasan atas amalan setiap hamba - yang baik maupun yang buruk -

3. Allah sebagai tuhan semesta alam menyendirikan diri-Nya dalam pengadilan pada hari kiamat.

4. Keadilah hukum yang ditetapkan oleh Allah ta'ala.

b . Sesungguhnya Allah mengatakan : { يَوْمِ الدِّينِ } dan bukan "مالك الدين" ; adalah karena memberitahu kita bahwa qiamat telah ditentukan untuknya hari yang spesial dibanding hari-hari yang lain, yaitu pada hari ketika semua pelaku perbuatan menemui amalan dan hasilnya.

---------------------------------------

Referensi : https://tafsirweb.com/46-surat-al-fatihah-ayat-2.html, https://tafsirweb.com/51-surat-al-fatihah-ayat-3.html, https://tafsirweb.com/53-surat-al-fatihah-ayat-4.html