Terdapat perbedaan pahala yang sangat mencolok antara melaksanakan kewajiban di kala sakit dan sehat.
Tidaklah mengagumkan jika orang yang sehat dan memiliki waktu luang senantiasa mengabdi kepada Allah.
Akan tetapi, yang mengagumkankan adalah orang yang lemah dan sakit, yang terkuras waktunya oleh berbagai kesibukan, atau didera berbagai musibah yang datang silih berganti, namun hatinya tetap konsisten dalam melakukan pengabdian kepada Allah, tidak tercemar oleh takdir apa pun yang ditetapkan untuknya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَٱثْبُتُوا۟ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung. Al-Anfal:45
*faedah dari kajian fawaidul fawaid