Nasehat untuk sebuah sebuah LEMBAGA

بسم الله الرحمن الرحيم 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Dalam kehidupan ini kita tidak akan terlepas dari dua keadaan yang selalu berlawanan, dan ia akan datang silih berganti. Terkadang bahagia lalu datang kesedihan, ketika muda akan datang masa tua, ketika sehat akan datang diamana kita sakit dan seterusnya. 

Sebelumnya populer maka datang dimana ia tidak diminati, kemudian berusahalah kita untuk mendapatkan yang terbaik dan mengembalikan seperti semula. Ketika usaha usaha lahiriah telah dilakukan, berbagai macam bentuk model dan cara sudah kita kerjakan untuk memajukan lembaga, mencapai target yang diinginkan, maka setelah itu hendaknya kita kembalikan hasilnya kepada Allah dan bertawakal kepada Allah عز وجل .

Tapi ingat bahwa selain usaha lahiriah, kita juga harus melakukan usaha-usaha batiniah, bahkan usaha batiniah harunya lebih didahulukan. Yaitu dengan meningkatkan iman dan takwa, kembali kepada Allah azza wa jalla, bertaubat dan perbanyak istighfar.

1. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. QS. Al Araf : 96

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram (Referensi : https://tafsirweb.com/2550-surat-al-araf-ayat-96.html)

"Sekiranya penduduk negeri-negeri ini, yang Kami mengutus rasul-rasul Kami kepada mereka percaya pada ajaran yang dibawa oleh para rasul itu dan takut kepada Rabb mereka dengan meninggalkan kekafiran dan kemaksiatan serta menjalankan perintah-perintah-Nya niscaya Kami akan membukakan untuk mereka pintu-pintu kebaikan dari segala penjuru. Tetapi mereka tidak percaya dan tidak takut kepada Allah. Bahkan mendustakan ajaran yang dibawa oleh rasul-rasul mereka. Maka Kami hukum mereka dengan azab yang datang secara tiba-tiba akibat dosa-dosa yang telah mereka perbuat."*


2. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman 

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". QS. Thaha : 124

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah (Referensi : https://tafsirweb.com/5366-surat-thaha-ayat-124.html)

124-125. Dan barangsiapa yang berpaling dari petunjuk Allah, maka di dunia dia akan mendapat kehidupan yang menderita dan penuh kesulitan meski secara zahir dia mendapat kenikmatan; dan pada hari kiamat dia akan dibangkitkan dalam keadaan buta, sehingga dia akan bertanya: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau membangkitkan aku dalam keadaan buta, padahal ketika di dunia aku dapat melihat?”

3. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman 

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّـٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَـٰرًا

مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا

maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu. Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? Nuh : 10-13

4. Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan balasan bagi orang orang yang bertakwa

 ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

... Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, At-Talaq:2

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ

Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. ... At-Talaq:3

 وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا

Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya. At-Talaq:4

 ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔاتِهِۦ وَيُعْظِمْ لَهُۥٓ أَجْرًا

... barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya. At-Talaq:5

maka yang harus kita lakukan adalah :

1. Instrospeksi diri, muhasabah kemudian bertaubat dan perbanyak istighfar.

2. Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

3. perbanyak ibadah-ibadah sunnah ... sholat malam khususnya. karena dakwah, mengajar, mendidik adalah tugas yang berat.

إِنَّا سَنُلْقِى عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. Al-Muzzammil:5

maka setelah usaha usaha lahirian maka yang paling penting adalah usaha batiniah, jangan bangga kita dengan banyaknya bangunan, banyaknya pengikut/guru, kecerdasan akal kita dll yang bersifat duniawi.

Allah Azza wa jalla berfirman

لَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ فِى مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْـًٔا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا  رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ  (25)

Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang langgang. At-Taubah : 25