Allah subhanahu wa ta'ala berfirman
كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ
Kitab (Alquran) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati/mentadaburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran. QS. Sad:29
Seandainya manusia mengetahui apa yang dimaksud dengan membaca Al-Qur’an dengan tadabbur, maka mereka akan lebih asyik dengan bacaan tersebut dibandingkan dengan hal-hal lain, jika ia membacanya dengan tadabbur, sampai-sampai ia membutuhkannya untuk menyembuhkan hatinya; ia mengulang-ulangnya bahkan sampai seratus kali, walau dalam satu malam. Membaca satu ayat dengan penuh renungan dan pemahaman, lebih baik daripada membacanya sampai khatam tanpa renungan dan pemahaman.
Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan
Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah
Universitas Qashim - Saudi Arabia (tafsir web)