Ingin Bahagia? Bacalah Al Quran!

Allah subhanhu wata'ala berfirman :

طه مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ

Thaha, Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;

Syaikh As Sa'di dikitabnya (Kitab Taisir Al-Karimir Rahman Fi Tafsir Kalam Al-Mannan / Tafsir As Sa'di) QS. Thoha ayat 1-2 syaikh menjelaskan :

Thaha,” termasuk dalam kategori huruf-huruf abjad yang terputus untuk membuka sejumlah surat (dalam al-Quran), kata ini bukanlah nama bagi Nabi. 

Kami tidak menurunkan al-quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah,”maksudnya bukanlah tujuan adanya wahyu dan diturunkannya al-Quran kepadamu serta penetapan syariat adalah agar engkau menjadi susah karenanya, sehingga dalam kandungan syariat terdapat pembebanan (taklif) yang memberatkan orang-orang mukallaf dan melemahkan kekuatan orang-orang yang mengamalkan, akan tetapi ini merupakan wahyu dari al-Quran serta syariat yang disyariatkan oleh Dzat ar-Rahim ar-Rahman dan dijadikan sebagai jembatan pengantar menuju kebahagiaan, kesuksesan, dan kemenangan.

Dia benar-benar menyederhanakannya dan memudahkan setiap pintu dan jalan-jalan aksesnya. Dia menjadikannya sebagai nutrisi bagi hati, jiwa, dan pencipta ketenangan bagi badan. Fitrah-fitrah yang normal dan akal-akal yang lurus menyambutnya dengan tulus dan ketundukan. Karena ia mengetahui muatan kebaikan yang berada di dalamnya di dunia dan akhirat.

Referensi : https://tafsirweb.com/5244-surat-thaha-ayat-2.html

dan didalam kitab (Li Yaddabbaru Ayatih QS. Thoha ayat 1-2) mualif menjelaskan :

1 ). Qatadah mengatakan : demi Allah tidak, Ia tidak menjadikan susah, melainkan Ia menjadikannya rahmat dan dan cahaya serta petunjuk menuju surga-Nya.

2 ). Seorang mutadabbir bertutur : suatu ketika aku berada dalam kondisi jiwa dan sosial dan cukup buruk, lalu aku mendengar salah seorang ulama menjelaskan tafsir ayat : 

 طه , مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ  

kemudian setelah keluar dari majlisnya, aku membuka mushaf, dan mulai membaca dan mencari kebahagiaan di dalamnya, dan demi Allah tidaklah aku menutup mushaf melainkan aku telah menemukan kebahagiaan itu, dan aku tahu bahwa selama ini kita telah melewatkan harta karun yang besar ini.

Referensi : https://tafsirweb.com/5244-surat-thaha-ayat-2.html