Hikmah dari SAKIT

Bismillah Alhamdulillah was sholatu was salamu ala rosulillah

Ketahuilah bahwa dalam kehidupan kita tidak terlepas dari kondisi sehat dan sakit, berikut sedikit renungan jika kita sakit :

1. Sakit dan sehat semuanya adalah takdir dari Allah subhanahu wa ta'ala,

2. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala tdk mendholimi seorang hamba sedikit pun, tetapi hamba itulah yang menganiaya/mendholimi dirinya sendiri.

3. Segala keburukan yg menimpa, adalah akibat perbuatan sendiri dan sebaliknya semua kebaikan yang kita dapat itu semuanya datang nya dari Allah
subhanahu wa ta'ala.

4. Sakit tidak terlepas dari apa yang kita makan, oleh sebab itu Allah subhanahu wa ta'ala hukum orang sakit dengan tidak enak makan.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman disurat Al-Baqarah (2) Ayat 168

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Surat Al-Ma'idah (5) Ayat 88

وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

Surat An-Nahl (16) Ayat 114

فَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا وَٱشْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.


Gorengan, ikan, rasa pedas, minuman dingin selama itu halal...maka tidak mengapa dimakan..
apakah makanan tersebut baik bagi orang yg batuk misalnya? Tentu bagi yg sakit hendaknya dijauhi walaupun kita sangat menginginkan nya. Allah melarang membinasakan diri sendiri

Al-Baqarah 2:195
وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Dan yang terpenting adalah jangan berlebihan QS. Al-A'raf 7:31

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

Hikmah dari sakit bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, baik secara spiritual, emosional, maupun fisik. Berikut beberapa hikmah yang bisa dipetik dari pengalaman sakit:

1. Kesadaran akan kesehatan: Sakit mengingatkan kita betapa berharganya kesehatan. Ketika sehat, mungkin kita sering lupa bersyukur atas nikmat itu. Sakit bisa menjadi pengingat untuk lebih menjaga tubuh.

2. Meningkatkan kesabaran dan ketabahan : Menghadapi rasa sakit membutuhkan kesabaran. Ini bisa melatih kita untuk lebih tabah dalam menghadapi ujian dalam hidup.

3. Mendekatkan diri kepada Tuhan : Sakit seringkali menjadi momen refleksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Banyak orang yang merasa lebih dekat dengan-Nya ketika berada dalam kondisi sulit, termasuk saat sakit.

4. Mengajarkan kepedulian terhadap sesama : Ketika kita sakit, kita menyadari pentingnya dukungan dari orang lain. Hal ini bisa membuat kita lebih peduli dan empati terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan.

5. Meningkatkan introspeksi diri : Sakit bisa menjadi waktu untuk merenung dan memikirkan hidup, kebiasaan buruk yang mungkin perlu diubah, atau cara hidup yang lebih baik untuk masa depan.

6. Membersihkan dosa : Dalam beberapa ajaran agama, sakit dipandang sebagai salah satu cara Tuhan membersihkan dosa-dosa kecil dan memberi kesempatan bagi seseorang untuk mendapatkan pahala melalui kesabaran dan doa.

7. Memperkuat hubungan sosial : Ketika kita sakit, seringkali kita menerima dukungan dari keluarga dan teman-teman. Ini bisa mempererat hubungan sosial dan mengingatkan kita bahwa kita tidak sendiri dalam menghadapi tantangan.

Setiap orang mungkin akan menemukan hikmah yang berbeda dari pengalaman sakit mereka, tetapi secara umum, sakit bisa menjadi momen pertumbuhan dan pembelajaran jika kita melihatnya dengan hati yang terbuka.

wallahu alam