Haram Bagi Suatu Hati Dimasuki Cahaya.

Sahl bin 'Abdillah rahimahullah berkata

حَرَامٌ عَلَى قَلْبٍ أَن يَدْخُلَهُ النُّورُ وَفِيهِ شَيْءٌ مِمَّا يَكْرَهُهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

Haram bagi suatu hati dimasuki cahaya sementara di dalamnya ada satu hal kecil yang Allah benci.

Asal perkataan ini dalam wahyu adalah firman Allah ta'ala,

سَأَصْرِفُ عَنْ آَيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ

Aku akan memalingkan ayat-Ku dari orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa haq. (QS al-A'raf ayat 146)

1. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Aku akan memalingkan dari pemahaman terhadap hujjah-hujjah dan dalil-dalil yang menunjukan keagaunganKu dan syariatKu serta hukum-hukumKu, hati orang-orang yang angkuh dari ketaatan kepadaku dan sombong di hadapan manusia tanpa alasan yang benar.

Mereka tidak mau mengikuti seorang nabi dan tidak mau mendengarkan dengan baik kepadanya karena kesombombonagn mereka. Dan apabila orang-orang yang menyombongan diri dari iman itu menyaksiakan tiap-tiap ayat, mereka tidak beriman kepadanya, karena penolakan dan penentangan mereka kepada Allah. 
Dan apabila mereka melihat jalan kebaikan, mereka tidak mau mengikuti jalan itu. Dan apabila mereka melihat jalan kesesatan, maksudnya kekafiran, mereka menjadikannya sebagai jalan hidup dan agama. Yang demikian itu disebabkan pendustaan mereka terhadap ayat-ayat Allah dan kelalaian mereka untuk melihatnya dan memikirkan kandungan petunjuk-peunjuknya.

2. Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايٰتِىَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya dari ayat-ayat-Ku

Yakni Aku akan menghalangi mereka dari memahami kitab-Ku. Pendapat lain mengatakan yakni Aku akan memalingkan mereka dari keimanan kepada ayat-ayat-Ku

3. Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Adapun selain meereka, maka Allah berfirman tentang mereka, ”aku akan memalingkan dari tanda-tanda kekuasaanKu” yakni dari mengambil pelajaran dari ayat-ayat yang ada dilangit dan apa yang ada pada diri manusia dan pemahaman terhadap ayat-ayat kitab ”orang-orang yang menyombongkan dirinya dimuka bumi tanpa alasan yang benar.” Yakni mereka menyombongkan diri kepada hamba-hamba Allah dan kepada kebenaran serta kepada pembawanya.

Siapa saja yang memiliki kriteria ini, maka :

Allah tidak akan memberikan kebaikan kepadanya, Allah akan menelantarkannya dan dia tidak dapat memahami ayat-ayat Allah yang bermanfaat bagi diri bahkan bisa jadi hakikat-hakikat perkara menjadi jungkir balik baginya yang selanjutnya dia menganggap yang buruk sebagai sesuatu yang baik.

Referensi : https://tafsirweb.com/2600-surat-al-araf-ayat-146.html

4. Tafsir Ibun Katsir

Firman Allah Swt.:
سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. (Al-A'raf: 146)

Artinya Aku akan mencegah hati orang-orang yang sombong, tidak mau taat kepada-Ku, lagi menyombongkan dirinya terhadap orang lain tanpa alasan yang dibenarkan untuk dapat memahami hujah-hujah dan dalil-dalil yang menunjukkan akan kebesaran-Ku, syariat-Ku, dan hukum-hukum-Ku. Dengan kata lain, sebagaimana mereka menyombongkan dirinya tanpa alasan yang dibenarkan, maka Allah balas menghinakan mereka dengan kebodohan.

Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat-ayat lain melalui firman-Nya:

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya. (Al-An'am: 110)

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memaling­kan hati mereka. (Ash-Shaff: 5)

Sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa orang yang pemalu dan orang yang menyombongkan dirinya tidak akan memperoleh ilmu (agama).

Ulama lainnya ada pula yang mengatakan, "Barang siapa yang tidak sabar terhadap kesulitan menuntut ilmu, selama sesaat, niscaya ia  akan tetap berada dalam kehinaan kebodohan selamanya."

Sufyan ibnu Uyaynah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan­Ku. (Al-A'raf: 146) Makna yang dimaksud ialah 'Aku mencabut dari hati mereka pemahaman mengenai Al-Qur'an, dan Aku akan memalingkan mereka dari ayat-ayat-Ku'.

Ibnu Jarir mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa Khitab ayat ini ditujukan kepada umat ini (umat Nabi Saw.) Menurut hemat kami hal tersebut tidaklah pasti, mengingat Ibnu Uyaynah hanya bermaksud bahwa hal ini berlaku atas semua umat. Dalam hal ini tidak ada bedanya antara satu individu dengan individu lainnya.