MUQADDIMAH
PENERJEMAH
Alhamdulillah, akhirnya selesai penerjemahan kutaib (kitab kecil) matan Qawaidul Arba’ “Empat Kaidah Mengenal Kesyirikan” yang ditulis oleh Mujaddid Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab at-Tamimi an-Najdi. Kutaib ini termasuk jajaran tema aqidah yang penting untuk dikaji dan dipelajari oleh penuntut ilmu. Di dalamnya disebutkan empat kaidah penting tentang keadaan kesyirikan zaman dulu yang tidak jauh berbeda dengan zaman sekarang berdasarkan al-Qur`an dan Sunnah.
Koreksi terjemahan dari para ustadz, guru, dan thalibul ilmu bisa disampaikan lewat 085730 219208. Barakallahu fikum.
Surabaya, Shafar 1437 H/Nopember 2015 M
Abu Zur’ah ath-Thaybi
--------------------------------------------------------------
متن القواعد الأربعة
للعلامة / محمد بن عبد الوهَّاب ـ رحمه الله
أسْأَلُ اللهَ الْكَرِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَتَوَلاكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَأَنْ يَجْعَلَكَ مُبَارَكًا أَيْنَمَا كُنْتَ، وَأَنْ يَجْعَلَكَ مِمَّنْ إِذَا أُعْطِيَ شَكَرَ، وَإِذَا ابْتُلِيَ صَبَرَ، وَإِذَا أذَنبَ اسْتَغْفَرَ. فَإِنَّ هَؤُلاءِ الثَّلاثُ عُنْوَانُ السَّعَادَةِ.
Aku memohon kepada Allah yang Mahamulia Rabb ‘Arsy yang agung semoga Dia menjagamu di dunia dan di akhirat dan menjadikanmu diberkahi di mana pun kamu berada serta menjadikanmu termasuk golongan yang jika diberi bersyukur, jika diuji bersabar, dan jika berbuat dosa beristighfar, karena tiga hal ini merupakan tanda kebahagiaan.
اعْلَمْ أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِهِ أَنَّ الْحَنِيفِيَّةَ مِلَّةُ إِبْرَاهِيمَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَحْدَهُ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: ﴿وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ﴾ [الذاريات: 56].
Ketahuilah, semoga Allah membimbingmu untuk mentaati-Nya, bahwa hanifiyah agama Ibrahim adalah kamu menyembah Allah semata dengan ikhlash dalam beragama, seperti yang difirmankan-Nya, “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku.” [51:56]
فَإِذَا عَرَفْتَ أَنَّ اللهَ خَلَقَكَ لِعِبَادَتِهِ؛ فَاعْلَمْ أَنَّ الْعِبَادَةَ لا تُسَمَّى عِبَادَةً إِلا مَعَ التَّوْحِيدِ، كَمَا أَنَّ الصَّلاةَ لا تُسَمَّى صَلاةً إِلا مَعَ الطَّهَارَةِ، فَإِذَا دَخَلَ الشِّرْكُ فِي الْعِبَادَةِ فَسَدَتْ، كَالْحَدَثِ إِذَا دَخَلَ فِي الطَّهَاَرِة
Apabila kamu sudah tahu bahwa Allah menciptakanmu untuk menyembah-Nya maka ketahuilah bahwa ibadah tidak disebut ibadah kecuali disertai tauhid seperti shalat yang tidak disebut shalat kecuali disertai berwudhu. Apabila syirik masuk dalam ibadah maka ibadah itu menjadi rusak, seperti hadats yang apabila masuk dalam wudhu.
فَإِذَا عَرَفْتَ أَنَّ الشِّرْكَ إِذَا خَالَطَ الْعِبَادَةِ أَفْسَدَهَا، وَأَحْبَطَ الْعَمَلَ، وَصَاَر صَاحِبُهُ مِنَ الْخَالِدِينَ فِي النَّارِ، عَرَفْتَ أَنَّ أَهَمَّ مَا عَلَيْكَ مَعْرِفَةُ ذَلِكَ، لَعَلَّ اللهَ أَنْ يُخَلِّصَكَ مِنْ هَذِهِ الشَّبَكَةِ، وَهِيَ الشِّرْكُ بِاللهِ الَّذِي قَالَ الله تَعَالَى فِيهِ: ﴿إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ﴾ [النساء: 116]. وَذَلِكَ بِمَعْرِفَةِ أَرْبَعِ قَوَاعِدَ ذَكَرَهَا اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ.
Apabila kamu telah tahu bahwa syirik apabila bercampur dengan ibadah akan merusaknya, menghapus pahala amal ibadah, dan menjadikan pelakunya kekal di neraka, kamu pun tahu bahwa perkara sangat penting bagimu adalah mempelajari hal tersebut. Semoga Allah mensucikanmu dari duri ini yaitu syirik kepada Allah. Allah ta’ala berfirman tentangnya, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni kesyirikan dan mengampuni dosa yang lebih rendah darinya bagi siapa yang Dia kehendaki.” [4:116]. Yaitu dengan mempelajari 4 kaidah yang disebutkan Allah dalam Kitab-Nya.